PENGERTIAN TES
Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinya
piring untuk menyisihkan logam-logam mulia
(maksdunya dengan menggunakan alat berupa piring itu akan dapat diperoleh
jenis-jenis logam mulia yang nilainya sangat tinggi), dalam bahasa Inggris
ditulis test yang dalam bahasa Indonesia artinya tes, ujian, atau percobaan. Sedangkan dalam bahasa Arab:
Imtihan..
Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan atau tugas atau seperangkat
tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait atau atribut
pendidikan atau spikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut
mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar (Zainul dan Nasoetion,
1993). Dari pengertian tersebut, maka setiap tes menuntut keharusan adanya
respon dari subyek (orang yang dites) yang dapat disimpulkan sebagai suatu
trait yang dimiliki oleh subyek yang sedang dicari informasinya. Dilihat dari
wujud fisik, tes merupakan sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab dan/atau
tugas yang harus dikerjakan yang nantinya akan memberikan informasi mengenai
aspek psikologis tertentu berdasarkan jawaban tertentu terhadap
pertanyaan-pertanyaanatau cara dan hasil subjek dalam melakukan tugas-tugas
tersebut (Azwar, 1996).
Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau
seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait
(sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan
atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.
Berikut
pengertian tes menurut para ahli :
- Anne
Anastasia, tes adalah alat pengukur yang mempunyai standar yang
objektif sehingga dapat digunakan secara meluas serta serta dapat
betul-betul di gunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis
atau tingkah laku.
- Lee
.J. Cornbach, dalam bukunya “essential of psychology testing” tes
merupakan prosedur yang sisitematis untuk membandingkan tingkah laku dua
orang atau lebih
- F.L.
Goodenough adalah sebagai suatu tugas atau serangkaian tugas yang di
berikan kepada individu atau sekelompok individu dengan maksud untuk
membandingkan kecakapan mereka, satu dengan yang lain.
- Wayan
Nurkencana (1993), tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang
berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan anak atau sekelompok anak
sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak
tersebut yang kemudian dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh
anak-anak lain atau standar yang telah ditetapkan.
- Overton,
Terry (2008): test is a method to determine a student’s ability to
complete certain tasks or demontstrate mastery of a skill or knowledge of
content. Some types would be multiple choice tests or a weekly spelling
test. While it commonly used interchangeably with assesment, or even
evaluation, it can be distinguished by the fact that a test is one
form of an assesment. (Tes adalah suatu metode untuk menentukan
kemampuan siswa menyelesaikan sejumlah tugas tertentu atau
mendemonstrasikan penguasaan suatu keterampilan atau pengetahuan pada
suatu materi pelajaran. Beberapa tipe tes misalnya tes pilihan ganda atau tes
mengeja mingguan. Seringkali penggunaannya tertukar dengan asesmen, atau
bahkan evaluasi (penilaian), yang mana sebenarnya tes dapat dengan mudah
dibedakan berdasarkan kenyataan bahwa tes adalah salah satu bentuk
asesmen.)
Tes
sebagai alat penilaian dapat diartikan sebagai pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan
(tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan
(tes tindakan). Pada umumnya tes digunakan untuk mengukur dan menilai hasil
belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif yang berkenaan dengan penguasaan
bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran (Sudjana,
1989). Berdasarkan beberapa pengertian tes maka dapat diambil beberapa kesimpulan
mengenai tes yaitu sebagai berikut (Azwar, 1996).
1. Tes
adalah prosedur yang sistematik, maksudnya item-item dalam tes disusun menurut
cara dan aturan tertentu, prosedur administrasi tes dan pemberian angka
terhadap hasilnya harus jelas dan dispesifikasi secara terperinci, dan setiap
orang yang mengambil tes harus mendapat item-item yang sama dalam kondisi yang
sebanding.
2. Tes
berisi sampel prilaku, maksudnya
seluruh item dalam tes tidak akan mencakup seluruh materi isi yang mungkin
ditanyakan sehingga harus dipilih beberapa item yang akan ditanyakan, dan
kelayakan suatu tes tergantung pada sejumlah item-item dalam tes tersebut yang
mewakili secara representatif kawasan prilaku yang diukur.
3. Tes
mengukur prilaku, item-item dalam tes hendaknya menunjukan apa yang diketahui
atau apa yang dipelajari subjek dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan atau
mengerjakan tugas-tugas di dalam tes tersebut.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan, dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan, maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan, maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya, sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan, dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan, maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan, maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya, sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain.
a.
Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok)
b.
Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif)
c.
Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan)
d.
Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil)
e.
Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign)
f.
Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku)
Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah
suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau
serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa
sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut.
Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan
intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi
yang telah diberikan dalam proses pembelajaran, dan dapat pula menunjukkan
kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar