BAB III
CONTOH
PERANCANGAN USAHA KERIPIK BAYAM
A. Latar Belakang
Negara ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, baik
kekayaan fauna maupun kekayaan floranya. Tidak salah lagi bahwa di Indonesia
terdapat banyak tumbuhan yang beraneka ragam lengkap dengan ciri khasnya
masing-masing. Hal ini dikarenakan Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa
yang berdampak pada iklimnya, yaitu tropis dan banyaknya gunung berapi yang
masih aktif, menghasilkan tanah yang unsur hara, sehingga tanahnya subur dan
cocok untuk berbagai macam jenis tanaman.
Berbicara mengenai sayuran, terutama bayam, tumbuh amat
melimpah hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini mudah sekali untuk
tumbuhnya karena dipengaruhi oleh kondisi iklim dari negara ini. Dan masyarakat
biasanya memanfaatkannya sebagai bahan makanan, seperti diolah menjadi sayur
bening, sayur bayam atau biasa dikenal dengan sayur kunci.
Kandungan gizi dan vitaminnya sangat banyak, khususnya bagi
anak-anak yang sangat memerlukan gizi dan vitamin untuk pertumbuhan.
Kandungannya terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan
serat. Kandungan gizi bayam yang kaya akan nutrisi juga dapat menurunkan
kolesterol, gula darah, menurunkan tekanan darah dan melancarkan peredaran
darah serta dapat mencegah kanker usus, diabetes dan gagal ginjal.
Akan tetapi, bagi sebagian orang terutama anak-anak pastinya
akan bosan dengan olahan dari sayur bayam yang hanya sebagai sayuran saja. Maka
dari itu diperlukan solusi untuk mengubah anggapan dari orang-orang bahwa sayur
bayam bisa diolah menjadi cemilan yang enak.
Untuk itu kami tertarik mengembangkan sayur bayam menjadi
keripik bayam yang dicampur dengan bumbu-bumbu tetapi tidak menghilangkan rasa
khas dari bayam, sehingga rasanya akan membuat orang tertarik untuk mencoba
mengkonsumsinya.
B. Rumusan
Masalah
Setelah
penulis menjelaskan uraian dalam latar belakang, maka dapat menarik suatu
rumusan masalah yaitu :
1.
Siapa saja
tenaga kerja yang terlibat dalam perancangan usaha Keripik Bayam?
2.
Bagaimana merancang usaha keripik bayam?
C. Tujuan
1. Mengetahui tenaga kerja yang
terlibat dalam usaha keripik bayam.
2.
Merancang usaha Keripik Bayam
ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DALAM USAHA KERIPIK BAYAM
A.
JUMLAH TENAGA KERJA
Usaha Keripik Bayam ini memiliki
tenaga kerja sebanyak 5 orang dengan spesialisasi pekerjaan :
|
No
|
Spesialisasi
pekerjaan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Pemilik + Keuangan
|
1 orang
|
|
2.
|
Pemasaran
|
1 orang
|
|
3.
|
Penyediaan Bahan Baku
|
1 orang
|
|
4.
|
Proses Awal + Pengolahan Bumbu
|
1 orang
|
|
5.
|
Proses Akhir + Pengemasan
|
1 orang
|
B. STRUKTUR
ORGANISASI
Tugas dan tanggung jawab pada
masing-masing bagian, yakni :
1. Pemilik + Keuangan : pemilik
bertugas dalam pengambilan keputusan, melakukan pengawasan dan menyusun
anggaran perusahaan sendiri, serta mencatat, mengatur, dan merencanakan
masuknya uang yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan, dan melakukan
penyimpanan arsip-arsip atau dokumen yang berhubungan dengan perusahaan itu
sendiri.
2. Pemasaran : bertugas untuk memperluas pangsa pasar dalam mempromosikan produk
keripik bayam tersebut.
3. Produksi : bertugas untuk mengolah
bahan mentah menjadi produk keripik bayam yang siap dipasarkan.
Tenaga kerja pada bagian produksi
terdiri atas :
v Penyediaan bahan baku : tenaga kerja
pada bagian ini bertugas menyediakan bahan mentah dan bahan penolong yang
digunakan sebagai bahan olahan produk.
v Proses awal dan Pengolahan Bumbu:
tenaga kerja pada bagian ini bertugas membersihkan bayam, pengolahan bumbu dan
adonan untuk keripik.
v Proses akhir dan Pengemasan : tenaga
kerja pada bagian ini bertugas memproses setelah keripik diberi bumbu dan
adonan yang selanjutnya digoreng dan didinginkan hingga minyaknya terpisah.
Selain itu juga bertugas mengemas hasil dari keripik yang telah digoreng.
MERANCANG USAHA KERIPIK BAYAM
A. ANALISIS SWOT
1.
Strength (Kekuatan) :
·
Jarangnya usaha
sejenis.
·
Modal untuk
memulai usaha kecil keripik bayam.
·
Bahan baku
banyak tersedia di Banjarmasin.
·
Tempat produksi
di Banjarmasin.
· Bayam tidak
mengenal kondisi cuaca.
2.
Weakness (Kelemahan) :
·
Jumlah tenaga
produksi terbatas.
·
Produk keripik
bayam tidak tahan terlalu lama jika tidak ditaruh di lemari es karena tanpa
pengawet.
3.
Opportunity (Peluang) :
·
Dapat dengan
mudah memasuki target pasar, karena masih jarang usaha kripik bayam ini di
wilayah Banjarmasin.
·
Produk baru.
·
Keunggulan
produk keripik bayam ini, tanpa menggunakan bumbu-bumbu instant sehingga cita
rasanya sangat khas.
·
Harga kripik
bayam ini tidak begitu menguras kantong, sehingga bisa dinikmati oleh semua
orang.
4.
Threaths (Ancaman) :
·
Timbul usaha
yang sejenis dengan bahan baku berbeda.
·
Jaringan
pemasaran yang belum luas.
·
Perubahan selera konsumen.
·
Kesediaan bahan
baku yang terbatas (tidak mencukupi permintaan)
B. Analisis Pasar.
1. Perkiraan Jumlah Permintaan
Produksi 10 ikat bayam dalam 1 hari
menghasilkan 30 bungkus dan untuk 1 bulannya mencapai 900 bungkus. Untuk itu
jumlah permintaan nyata kami perkirakan 80% dari jumlah produksi tiap bulan,
dengan asumsi bahwa produk tidak langsung habis dibeli dalam 1 bulan.
2. Pesaing dan
Peluang Pasar
Dikawasan Banjarmasin dan sekitarnya masih jarang yang
menjual olahan dari sayur bayam menjadi keripik, meskipun terdapat beberapa
usaha yang sejenis dengan kami tetapi mereka pada umumnya hanya memproduksi
jika ada pesanan saja.
Dengan situasi persaingan yang demikian itu, kami
melihat bahwa kesempatan bagi usaha kami untuk berkembang masih terbuka lebar
dan membuat kami semakin mantap untuk memulai usaha ini.
3. Strategi
Pemasaran
Ø Produk
§ Menggunakan
bayam alami (tanpa pengawet).
§ Tanpa penyedap rasa dan pewarna.
§ Proses pembuatannya secara
tradisional.
Ø Harga
§ Harga kripik bayam (100 gr) Rp 5.000
4. Strategi Distribusi dan Promosi
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan
digunakan beberapa distributor dan agen untuk memasarkan produk khususnya di
kampus, sekolah, warung atau toko di perumahan dan kantor di Kota Banjarmasin.
Selain itu diharapkan distribusi tersebut dapat memperluas daerah pemasaran. Sementara
pemasaran akan dilakukan di sekitar tempat usaha. Selain itu akan ada sistem
layan antar bagi konsumen yang berada di daerah lain (di luar Kota Banjarmasin)
dan dikenai beban ongkos kirim yang disesuaikan dengan lokasi/daerah pemesan.
Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan memberikan kemudahan dan
kepuasan bagi konsumen. Sistem pembayaran yang akan kami lakukan sebagai
berikut:
·
Pembayaran
dimuka yaitu pembayaran kontan untuk pemesanan produk yang tidak diambil
langsung (melalui rekening bank).
·
Pembayaran
kontan yakni pembayaran lunas terhadap produk yang diambil pada saat itu.
C. Aspek keuangan
Aspek keuangan merupakan aspek yang
digunakan untuk menilai perusahaan secara keseluruhan dan merupakan suatu aspek
yang sangat penting untuk meneliti kelayakan suatu usaha. Oleh karena itu,
diperlukan perencanaan yang tepat agar perusahaan dapat melakukan efisiensi
yang selanjutnya dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Penilaian aspek
keuangan meliputi penilaian sumberdana yang diperoleh (modal), biaya operasional, serta
laba dan rugi.
Maka aspek keuangan pada industri keripik bayam meliputi :
1.
Kebutuhan dana investasi
Untuk menandai suatu kegiatan investasi
maka diperlukan dana yang relatif besar. Dana tersebut dapat diperoleh dari
berbagai sumber dana yang ada, yaitu dari modal sendiri atau modal yang berasal dari
pinjaman pihak kedua. Sumber dana pada Industri ini adalah modal sendiri yang dikeluarkan
oleh pemilik yaitu sebesar Rp. 2.500.000 yang kemudian digunakan sebagai modal awal untuk memulai
usaha. Modal tersebut tidak termasuk aktiva
tetap berupa tanah dan rumah yang dijadikan sebagai tempat usaha karena tanah
dan rumah yang dijadikan tempat usaha merupakan rumah pribadi pemilik usaha.
|
JENIS INVESTASI
|
Jumlah
|
HARGA (Rp.)
|
|
Kompor Gas 3kg
Sutil
Wajan
Peralatan lain
|
2
2
2
-
|
300.000
50.000
80.000
200.000
|
|
Jumlah
|
630.000
|
Penyusutan
per tahun 3% = 3% x Rp. 630.000 = Rp. 18.900
2. Biaya operasional
Dalam
memproduksi keripik bayam diperlukan beberapa tahapan proses produksi mulai
dari persiapan bahan-bahan mentah sampai produk jadi. Bahan baku keripik bayam
utamanya adalah sayur bayam, garam, air, dan tepung terigu. Di samping bahan
utama, juga ada beberapa bahan pendukung yaitu bawang putih, ketumbar, kemiri
dan minyak goreng.
A. Perkiraan Biaya bahan baku keripik bayam
|
No.
|
Bahan-bahan
|
Harga
|
|
1.
|
4 ikat bayam
|
Rp 2000
|
|
2.
|
Tepung kanji
|
Rp 2000
|
|
3.
|
Minyak goreng kecil
|
Rp 6000
|
|
4.
|
Bumbu-bumbu penyedap (bawang
putih,ketumbar, kemiri, kunyit,dan bumbu penyedap
|
Rp 5000
|
|
5.
|
Telur
|
Rp. 2000
|
|
6.
|
Plastik kecil
|
Rp. 5000
|
|
TOTAL
|
Rp. 22000
|
|
B. Biaya Tenaga Kerja
Biaya Tenaga
Kerja
|
GAJI
|
TAHUN (Rp.)
|
|||||
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|
|
Pemasaran
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.300.000
|
1.300.000
|
1.300.000
|
|
Penyediaan
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.250.000
|
1.250.000
|
1.250.000
|
|
Proses Awal +
Pengolahan Bumbu
|
960.000
|
960.000
|
960.000
|
965.000
|
965.000
|
965.000
|
|
Proses Akhir +
Pengemasan
|
960.000
|
960.000
|
960.000
|
970.000
|
965.000
|
965.000
|
|
TOTAL
|
4.320.000
|
4.320.000
|
4.320.000
|
4.485.000
|
4.485.000
|
4.485.000
|
C. Perkiraan Penjualan Keripik Bayam
Penjualan Keripik Bayam
Tahun 2010 – 2015
|
Tahun
|
Total Penjualan
|
Harga (Rp.)
|
Jumlah (Rp.)
|
|
2010
|
10.000
|
5.000
|
50.000.000
|
|
2011
|
10.500
|
5.000
|
52.500.000
|
|
2012
|
11.000
|
5.000
|
55.000.000
|
|
2013
|
11.500
|
5.000
|
57.500.000
|
|
2014
|
12.000
|
5.000
|
60.000.000
|
|
2015
|
12.500
|
5.000
|
62.500.000
|
D. Perkiraan Laporan Laba Rugi
|
Keterangan
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|
|
Penjualan
|
50.000.000
|
52.500.000
|
55.000.000
|
57.500.000
|
60.000.000
|
62.500.000
|
|
|
HPP:
|
|||||||
|
B. Bahan Baku
|
34.000.000
|
35.700.000
|
37.400.000
|
39.675.000
|
41.400.000
|
43.125.000
|
|
|
B. Tenaga Kerja
|
4.320.000
|
4.320.000
|
4.320.000
|
4.485.000
|
4.485.000
|
4.485.000
|
|
|
Laba Kotor
|
11.680.000
|
12.480.000
|
13.280.000
|
13.340.000
|
14.115.000
|
14.890.000
|
|
|
B. Operasional:
|
|||||||
|
B. Listrik & Air
|
900.000
|
900.000
|
900.000
|
900.000
|
900.000
|
900.000
|
|
|
B. Telp
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
|
|
B. Penyusutan
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
|
|
B. Pemasaran
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.250.000
|
1.250.000
|
1.250.000
|
|
|
Laba Sebelum Pajak
|
9.361.100
|
10.161.100
|
10.961.100
|
10.971.100
|
11.746.100
|
12.521.100
|
|
|
Pajak 1%
|
93.611
|
101.611
|
109.611
|
109.711
|
117.461
|
125.211
|
|
|
Laba Bersih
|
9.267.489
|
10.059.489
|
10.851.489
|
10.861.389
|
11.628.639
|
12.395.889
|
|
E. Analisa BEP (Break Event Point)
Break Event Point dapat diartikan dimana di dalam operasi
perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (penghasilan = total
biaya).
Untuk menghitung BEP, harus diketahui terlebih dahulu biaya
tetap dan biaya variabelnya.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap tidak
berubah dalam tingkatan output tertentu, tetapi untuk setiap satuan produksi
akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan produksi.
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan naik
turun sebanding dengan hasil produksi atau volume kegiatan sedangkan untuk
setiap satuan produksi akan tetap.
·
Dalam hal
ini, biaya tetap yang digunakan senilai dengan investasi yang dipakai yaitu
sebesar Rp. 630.000,-
·
Sedangkan
untuk biaya variabel per unit dihitung berdasarkan tingkat penggunaan bahan
baku dan bahan penolong dari setiap produk keripik bayam.
BEP dalam Unit
Biaya tetap / (harga jual per unit – biaya variabel per
unit)
630.000 / (5.000 – 3.400)
630.000 / 1.600
394 unit
BEP dalam Rupiah
Biaya tetap / {1 - (biaya variabel
per unit / harga jual per unit)}
630.000 / {1 - (3.400 / 5.000)
630.000 / (1 – 0,68)
630.000 / 0,32
Rp 1.968.750
3. Proyeksi
Pendapatan
A. Neraca
|
KETERANGAN
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|
Aktiva:
|
||||||
|
Kas
|
9.361.100
|
10.161.100
|
10.961.100
|
10.971.100
|
11.746.100
|
12.521.100
|
|
Aktiva Tetap
|
630.000
|
611.100
|
592.200
|
583.300
|
554.400
|
535.500
|
|
(Penyusutan)
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
18.900
|
|
Total Aktiva
|
9.972.200
|
10.753.300
|
11.534.400
|
11.535.500
|
12.281.600
|
13.037.700
|
|
Pasiva:
|
||||||
|
Laba Usaha
|
9.267.489
|
10.059.489
|
10.851.489
|
10.861.389
|
11.628.639
|
12.395.889
|
|
Modal
|
704.711
|
693.811
|
682.911
|
674.111
|
652.961
|
641.811
|
|
Total Pasiva
|
9.972.200
|
10.753.300
|
11.534.400
|
11.535.500
|
12.281.600
|
13.037.700
|
B. Arus Kas
|
Keterangan
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|
Penerimaan Kas
|
||||||
|
Penjualan
|
50.000.000
|
52.500.000
|
55.000.000
|
57.500.000
|
60.000.000
|
62.500.000
|
|
Jumlah Penerimaan Kas
|
50.000.000
|
52.500.000
|
55.000.000
|
57.500.000
|
60.000.000
|
62.500.000
|
|
Pengeluaran Kas
|
||||||
|
HPP:
|
||||||
|
Biaya Bahan Baku
|
34.000.000
|
35.700.000
|
37.400.000
|
39.675.000
|
41.400.000
|
43.125.000
|
|
Biaya Tenaga Kerja
|
4.320.000
|
4.320.000
|
4.320.000
|
4.485.000
|
4.485.000
|
4.485.000
|
|
Biaya Operasional
|
1.118.900
|
1.118.900
|
1.118.900
|
1.118.900
|
1.118.900
|
1.118.900
|
|
Biaya Pemasaran
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.200.000
|
1.250.000
|
1.250.000
|
1.250.000
|
|
Jumlah Pengeluaran Kas
|
40.638.900
|
42.338.900
|
44.038.900
|
46.528.900
|
48.253.900
|
49.978.900
|
|
Saldo Kas
|
9.361.100
|
10.161.100
|
10.961.100
|
10.971.100
|
11.746.100
|
12.521.100
|