saya

saya

Minggu, 20 Oktober 2013

Merancang bentuk Usaha

BAB III

CONTOH PERANCANGAN USAHA KERIPIK BAYAM

A.                 Latar Belakang

Negara ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, baik kekayaan fauna maupun kekayaan floranya. Tidak salah lagi bahwa di Indonesia terdapat banyak tumbuhan yang beraneka ragam lengkap dengan ciri khasnya masing-masing. Hal ini dikarenakan Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa yang berdampak pada iklimnya, yaitu tropis dan banyaknya gunung berapi yang masih aktif, menghasilkan tanah yang unsur hara, sehingga tanahnya subur dan cocok untuk berbagai macam jenis tanaman.
Berbicara mengenai sayuran, terutama bayam, tumbuh amat melimpah hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini mudah sekali untuk tumbuhnya karena dipengaruhi oleh kondisi iklim dari negara ini. Dan masyarakat biasanya memanfaatkannya sebagai bahan makanan, seperti diolah menjadi sayur bening, sayur bayam atau biasa dikenal dengan sayur kunci.
Kandungan gizi dan vitaminnya sangat banyak, khususnya bagi anak-anak yang sangat memerlukan gizi dan vitamin untuk pertumbuhan. Kandungannya terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan serat. Kandungan gizi bayam yang kaya akan nutrisi juga dapat menurunkan kolesterol, gula darah, menurunkan tekanan darah dan melancarkan peredaran darah serta dapat mencegah kanker usus, diabetes dan gagal ginjal.
Akan tetapi, bagi sebagian orang terutama anak-anak pastinya akan bosan dengan olahan dari sayur bayam yang hanya sebagai sayuran saja. Maka dari itu diperlukan solusi untuk mengubah anggapan dari orang-orang bahwa sayur bayam bisa diolah menjadi cemilan yang enak.
Untuk itu kami tertarik mengembangkan sayur bayam menjadi keripik bayam yang dicampur dengan bumbu-bumbu tetapi tidak menghilangkan rasa khas dari bayam, sehingga rasanya akan membuat orang tertarik untuk mencoba mengkonsumsinya.

B.   Rumusan Masalah
Setelah penulis menjelaskan uraian dalam latar belakang, maka dapat menarik suatu rumusan masalah yaitu :
1.      Siapa saja tenaga kerja yang terlibat dalam perancangan usaha Keripik Bayam?
2.      Bagaimana merancang usaha keripik bayam?

C.   Tujuan
1.      Mengetahui tenaga kerja yang terlibat dalam usaha keripik bayam.
2.    Merancang usaha Keripik Bayam
      
      ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DALAM USAHA KERIPIK BAYAM
A.                JUMLAH TENAGA KERJA
Usaha Keripik Bayam ini memiliki tenaga kerja sebanyak 5 orang dengan spesialisasi pekerjaan :
No
Spesialisasi pekerjaan
Jumlah
1.
Pemilik + Keuangan
1 orang
2.
Pemasaran
1 orang
3.
Penyediaan Bahan Baku
1 orang
4.
Proses Awal + Pengolahan Bumbu
1 orang
5.
Proses Akhir + Pengemasan
1 orang

B.                 STRUKTUR ORGANISASI
      Tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian, yakni :
1.      Pemilik + Keuangan : pemilik bertugas dalam pengambilan keputusan, melakukan pengawasan dan menyusun anggaran perusahaan sendiri, serta mencatat, mengatur, dan merencanakan masuknya uang yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan, dan melakukan penyimpanan arsip-arsip atau dokumen yang berhubungan dengan perusahaan itu sendiri.
2.      Pemasaran : bertugas untuk memperluas pangsa pasar dalam mempromosikan produk keripik bayam tersebut.
3.      Produksi : bertugas untuk mengolah bahan mentah menjadi produk keripik bayam yang siap dipasarkan.
Tenaga kerja pada bagian produksi terdiri atas :
v  Penyediaan bahan baku : tenaga kerja pada bagian ini bertugas menyediakan bahan mentah dan bahan penolong yang digunakan sebagai bahan olahan produk.
v  Proses awal dan Pengolahan Bumbu: tenaga kerja pada bagian ini bertugas membersihkan bayam, pengolahan bumbu dan adonan untuk keripik.
v  Proses akhir dan Pengemasan : tenaga kerja pada bagian ini bertugas memproses setelah keripik diberi bumbu dan adonan yang selanjutnya digoreng dan didinginkan hingga minyaknya terpisah. Selain itu juga bertugas mengemas hasil dari keripik yang telah digoreng.

MERANCANG USAHA KERIPIK BAYAM

A.     ANALISIS SWOT
1.      Strength (Kekuatan) :
·         Jarangnya usaha sejenis.
·         Modal untuk memulai usaha kecil keripik bayam.
·         Bahan baku banyak tersedia di Banjarmasin.
·         Tempat produksi di Banjarmasin. 
·         Bayam tidak mengenal kondisi cuaca.
2.      Weakness (Kelemahan) :
·         Jumlah tenaga produksi terbatas.
·         Produk keripik bayam tidak tahan terlalu lama jika tidak ditaruh di lemari es karena tanpa pengawet.
3.      Opportunity (Peluang) :
·         Dapat dengan mudah memasuki target pasar, karena masih jarang usaha kripik bayam ini di wilayah Banjarmasin.
·         Produk baru.
·         Keunggulan produk keripik bayam ini, tanpa menggunakan bumbu-bumbu instant sehingga cita rasanya sangat khas.
·         Harga kripik bayam ini tidak begitu menguras kantong, sehingga bisa dinikmati oleh semua orang.

4.      Threaths (Ancaman) :
·         Timbul usaha yang sejenis dengan bahan baku berbeda.
·         Jaringan pemasaran yang belum luas.
·         Perubahan selera konsumen.
·         Kesediaan bahan baku yang terbatas (tidak mencukupi permintaan)
 

     B. Analisis Pasar.
1.      Perkiraan Jumlah Permintaan
Produksi 10 ikat bayam dalam 1 hari menghasilkan 30 bungkus dan untuk 1 bulannya mencapai 900 bungkus. Untuk itu jumlah permintaan nyata kami perkirakan 80% dari jumlah produksi tiap bulan, dengan asumsi bahwa produk tidak langsung habis dibeli dalam 1 bulan.

2.      Pesaing dan Peluang Pasar
Dikawasan Banjarmasin dan sekitarnya masih jarang yang menjual olahan dari sayur bayam menjadi keripik, meskipun terdapat beberapa usaha yang sejenis dengan kami tetapi mereka pada umumnya hanya memproduksi jika ada pesanan saja.
Dengan situasi persaingan yang demikian itu, kami melihat bahwa kesempatan bagi usaha kami untuk berkembang masih terbuka lebar dan membuat kami semakin mantap untuk memulai usaha ini.

3. Strategi Pemasaran
Ø  Produk
§  Menggunakan bayam alami (tanpa pengawet).
§  Tanpa penyedap rasa dan pewarna.
§  Proses pembuatannya secara tradisional.
Ø  Harga
§  Harga kripik bayam (100 gr) Rp 5.000

4.    Strategi Distribusi dan Promosi
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa distributor dan agen untuk memasarkan produk khususnya di kampus, sekolah, warung atau toko di perumahan dan kantor di Kota Banjarmasin. Selain itu diharapkan distribusi tersebut dapat memperluas daerah pemasaran. Sementara pemasaran akan dilakukan di sekitar tempat usaha. Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen yang berada di daerah lain (di luar Kota Banjarmasin) dan dikenai beban ongkos kirim yang disesuaikan dengan lokasi/daerah pemesan. Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan memberikan kemudahan dan kepuasan bagi konsumen. Sistem pembayaran yang akan kami lakukan sebagai berikut:
·           Pembayaran dimuka yaitu pembayaran kontan untuk pemesanan produk yang tidak diambil langsung (melalui rekening bank).
·           Pembayaran kontan yakni pembayaran lunas terhadap produk yang diambil pada saat itu.

C. Aspek keuangan
   Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai perusahaan secara keseluruhan dan merupakan suatu aspek yang sangat penting untuk meneliti kelayakan suatu usaha. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang tepat agar perusahaan dapat melakukan efisiensi yang selanjutnya dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Penilaian aspek keuangan meliputi penilaian sumberdana yang diperoleh (modal), biaya operasional, serta laba dan rugi.
Maka aspek keuangan pada industri keripik bayam meliputi :

1.      Kebutuhan dana investasi
Untuk menandai suatu kegiatan investasi maka diperlukan dana yang relatif besar. Dana tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada, yaitu dari modal sendiri atau modal yang berasal dari pinjaman pihak kedua. Sumber dana pada Industri ini adalah modal sendiri yang dikeluarkan oleh pemilik yaitu sebesar Rp. 2.500.000 yang kemudian digunakan sebagai modal awal untuk memulai usaha. Modal tersebut tidak termasuk aktiva tetap berupa tanah dan rumah yang dijadikan sebagai tempat usaha karena tanah dan rumah yang dijadikan tempat usaha merupakan rumah pribadi pemilik usaha.

JENIS INVESTASI
Jumlah
HARGA (Rp.)
Kompor Gas 3kg
Sutil
Wajan
Peralatan lain
2
2
2
-
300.000
50.000
80.000
200.000
Jumlah
 630.000

Penyusutan per tahun 3% = 3% x Rp. 630.000 = Rp. 18.900

2. Biaya operasional
Dalam memproduksi keripik bayam diperlukan beberapa tahapan proses produksi mulai dari persiapan bahan-bahan mentah sampai produk jadi. Bahan baku keripik bayam utamanya adalah sayur bayam, garam, air, dan tepung terigu. Di samping bahan utama, juga ada beberapa bahan pendukung yaitu bawang putih, ketumbar, kemiri dan minyak goreng.
A. Perkiraan Biaya bahan baku keripik bayam
No.
Bahan-bahan
Harga
1.
4 ikat bayam
Rp 2000
2.
Tepung kanji
Rp 2000
3.
Minyak goreng kecil
Rp 6000
4.
Bumbu-bumbu penyedap (bawang putih,ketumbar, kemiri, kunyit,dan bumbu penyedap
Rp 5000
5.
Telur
Rp. 2000
6.
Plastik kecil
Rp. 5000
TOTAL
Rp. 22000

B. Biaya Tenaga Kerja
Biaya Tenaga Kerja
GAJI
TAHUN (Rp.)
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Pemasaran
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.300.000
1.300.000
1.300.000
Penyediaan
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.250.000
1.250.000
1.250.000
Proses Awal + Pengolahan Bumbu
960.000
960.000
960.000
965.000
965.000
965.000
Proses Akhir + Pengemasan
960.000
960.000
960.000
970.000
965.000
965.000
TOTAL
4.320.000
4.320.000
4.320.000
4.485.000
4.485.000
4.485.000



C.  Perkiraan  Penjualan Keripik Bayam
Penjualan Keripik Bayam
Tahun 2010 – 2015
Tahun
Total Penjualan
Harga (Rp.)
Jumlah (Rp.)
2010
10.000
5.000
50.000.000
2011
10.500
5.000
52.500.000
2012
11.000
5.000
55.000.000
2013
11.500
5.000
57.500.000
2014
12.000
5.000
60.000.000
2015
12.500
5.000
62.500.000

D.      Perkiraan Laporan Laba Rugi
Keterangan
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Penjualan
50.000.000
52.500.000
55.000.000
57.500.000
60.000.000
62.500.000
HPP:
B. Bahan Baku
34.000.000
35.700.000
37.400.000
39.675.000
41.400.000
43.125.000
B. Tenaga Kerja
4.320.000
4.320.000
4.320.000
4.485.000
4.485.000
4.485.000
Laba Kotor
11.680.000
12.480.000
13.280.000
13.340.000
14.115.000
14.890.000
B. Operasional:
B. Listrik & Air
900.000
900.000
900.000
900.000
900.000
900.000
B. Telp
200.000
200.000
200.000
200.000
200.000
200.000
B. Penyusutan
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
B. Pemasaran
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.250.000
1.250.000
1.250.000
Laba Sebelum Pajak
9.361.100
10.161.100
10.961.100
10.971.100
11.746.100
12.521.100
Pajak 1%
93.611
101.611
109.611
109.711
117.461
125.211
Laba Bersih
9.267.489
10.059.489
10.851.489
10.861.389
11.628.639
12.395.889

E. Analisa BEP (Break Event Point)
Break Event Point dapat diartikan dimana di dalam operasi perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (penghasilan = total biaya).
Untuk menghitung BEP, harus diketahui terlebih dahulu biaya tetap dan biaya variabelnya.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap tidak berubah dalam tingkatan output tertentu, tetapi untuk setiap satuan produksi akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan produksi.
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan naik turun sebanding dengan hasil produksi atau volume kegiatan sedangkan untuk setiap satuan produksi akan tetap.
·         Dalam hal ini, biaya tetap yang digunakan senilai dengan investasi yang dipakai yaitu sebesar Rp. 630.000,-
·         Sedangkan untuk biaya variabel per unit dihitung berdasarkan tingkat penggunaan bahan baku dan bahan penolong dari setiap produk keripik bayam.

 š BEP dalam Unit
Biaya tetap / (harga jual per unit – biaya variabel per unit)
630.000 / (5.000 – 3.400)
630.000 / 1.600
394 unit

š        BEP dalam Rupiah
Biaya tetap / {1 - (biaya variabel per unit / harga jual per unit)}
630.000 / {1 - (3.400 / 5.000)
630.000 / (1 – 0,68)
630.000 / 0,32
Rp 1.968.750

3.    Proyeksi Pendapatan
 A. Neraca
KETERANGAN
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Aktiva:
Kas
9.361.100
10.161.100
10.961.100
10.971.100
11.746.100
12.521.100
Aktiva Tetap
630.000
611.100
592.200
583.300
554.400
535.500
(Penyusutan)
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
Total Aktiva
9.972.200
10.753.300
11.534.400
11.535.500
12.281.600
13.037.700
Pasiva:
Laba Usaha
9.267.489
10.059.489
10.851.489
10.861.389
11.628.639
12.395.889
Modal
704.711
693.811
682.911
674.111
652.961
641.811
Total Pasiva
9.972.200
10.753.300
11.534.400
11.535.500
12.281.600
13.037.700


B. Arus Kas
Keterangan
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Penerimaan Kas
Penjualan
50.000.000
52.500.000
55.000.000
57.500.000
60.000.000
62.500.000
Jumlah Penerimaan Kas
50.000.000
52.500.000
55.000.000
57.500.000
60.000.000
62.500.000
Pengeluaran Kas
HPP:
Biaya Bahan Baku
34.000.000
35.700.000
37.400.000
39.675.000
41.400.000
43.125.000
Biaya Tenaga Kerja
4.320.000
4.320.000
4.320.000
4.485.000
4.485.000
4.485.000
Biaya Operasional
1.118.900
1.118.900
1.118.900
1.118.900
1.118.900
1.118.900
Biaya Pemasaran
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.250.000
1.250.000
1.250.000
Jumlah Pengeluaran Kas
40.638.900
42.338.900
44.038.900
46.528.900
48.253.900
49.978.900
Saldo Kas
9.361.100
10.161.100
10.961.100
10.971.100
11.746.100
12.521.100


Tidak ada komentar:

Posting Komentar